Pada tahun 2020, Transparency International kembali merilis laporan Global Corruption Barometer – Asia. Global Corruption Barometer (GCB) merupakan survei mengenai opini publik terkait korupsi dan praktik suap berdasarkan persepsi dan pengalaman masyarakat di masing-masing negara, salah satunya adalah Indonesia. Survei yang sebelumnya juga dilakukan pada tahun 2017 dan 2013 ini menilai berbagai praktik korupsi dan suap seperti koneksi personal, institusi yang paling korup, tingkat korupsi dalam kurun waktu 12 bulan terakhir, kinerja pemerintah dalam memberantas korupsi, dan peran masyarakat dalam membuat perubahan untuk memberantas korupsi.

Survei GCB Indonesia dilakukan pada periode 15 Juni sampai 24 Juli 2020 yang dilakukan via telepon melalui metode Random Digital Dialing (RDD) dengan menggunakan kontrol kuota sebagai pendekatan sampelnya mengingat kondisi pandemi Covid-19. Survei di Indonesia melibatkan 1000 responden dengan usia di atas 18 tahun yang turut melibatkan latar belakang pendidikan, gender, dan lokasi. Komposisi responden di Indonesia terdiri dari 50,3% perempuan dan 49,7% laki-laki serta persentase kelompok usia terbanyak 38,2% dalam rentang usia 26-35 tahun. Hasil GCB ini memiliki margin of error +/- 3,1 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Guna memberikan informasi lebih luas ke publik mengenai hasil dari GCB Indonesia 2020, Transparency International Indonesia mengadakan Global Corruption Barometer 2020 Indonesia Webinar Series dengan mengahadirkan penanggap dari Kantor Staf Presiden dan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.

Download presentasi Bahasa disini
Download presentasi Bahasa Inggris disini
Download full report Bahasa disini
Download full report Global disini
Rekaman Acara dapat disaksikan di video berikut:

Global Corruption Barometer 2020 – Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Share Buttons and Icons powered by Ultimatelysocial