Open Recruitmen Volunteer TI Indonesia

Tantangan pemberantasan korupsi di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang semakin kompleks. Penurunan skor Corruption Perceptions Index (CPI) 2025 menjadi 34 menunjukkan indikator nyata bahwa kualitas tata kelola pemerintahan dan integritas publik masih menghadapi tekanan serius. Situasi ini diperparah oleh berbagai dinamika pasca Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di mana praktik-praktik yang berpotensi merusak integritas demokrasi—termasuk politik uang, konflik kepentingan, dan lemahnya transparansi pendanaan politik—masih menjadi sorotan.

Alih-alih menjadi titik akhir, Pemilu 2024 justru menegaskan bahwa pengawasan publik terhadap proses politik harus terus berlanjut. Dalam konteks ini, keterlibatan kelompok muda menjadi semakin krusial, tidak hanya dalam momentum elektoral, tetapi juga dalam mengawal akuntabilitas kekuasaan pasca pemilu.

Perjuangan melawan korupsi merupakan upaya jangka panjang yang tidak mengenal titik akhir—sebuah usaha kolektif untuk mewujudkan tata kelola yang adil, transparan, dan setara. Upaya ini bukan hanya menjadi tanggung jawab satu generasi, melainkan panggilan lintas zaman yang menuntut keterlibatan semua pihak: individu, komunitas, hingga institusi.

Selama lebih dari dua dekade, Transparency International (TI) Indonesia telah menjadi bagian penting dalam mendorong gerakan antikorupsi di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif, TI Indonesia secara konsisten memperluas promosi nilai-nilai integritas kepada pemangku kepentingan, termasuk lembaga negara, partai politik, sektor bisnis, dan masyarakat sipil. Dalam perjalanan tersebut, peran kelompok muda terbukti tidak tergantikan. Kelompok muda tidak hanya menghadirkan energi dan kreativitas, tetapi juga menjadi aktor kunci dalam mendorong perubahan dan menjaga keberlanjutan gerakan.

Berangkat dari kesadaran tersebut, TI Indonesia membuka kesempatan kepada orang muda dari berbagai latar belakang untuk terlibat secara aktif dan bermakna dalam gerakan antikorupsi. Inisiatif ini diarahkan tidak hanya untuk memperkuat integritas proses politik, tetapi juga untuk membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan di tengah masyarakat.

Lingkup Tanggung Jawab

  • Melaksanakan penelusuran dan analisis data untuk berbagai inisiatif yang dilakukan oleh TI Indonesia;
  • Berperan aktif sebagai bagian dari tim pelaksana/kepanitiaan dalam perencanaan, koordinasi, dan implementasi berbagai kegiatan, termasuk namun tidak terbatas pada forum diskusi, kampanye publik, pelatihan, dan kegiatan advokasi yang diselenggarakan oleh TI Indonesia;
  • Berpartisipasi secara aktif dan berkelanjutan dalam seluruh rangkaian kegiatan dan inisiatif yang diinisiasi oleh TI Indonesia, serta memberikan kontribusi teknis dan substantif sesuai dengan kebutuhan program.

Persyaratan

  • Mahasiswa/i dari semua jurusan atau fresh graduate dari perguruan tinggi di Indonesia;
  • Berdomisili di Jabodetabek;
  • Telah mengikuti minimal 3 kursus yang disediakan secara gratis oleh TI Indonesia pada laman https://elearning.ti.or.id/ dan menyertakan bukti sertifikat kursus;
  • Bersedia untuk berpartisipasi dalam seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh TI Indonesia, baik secara luring maupun daring;
  • Memiliki ketertarikan dan komitmen terhadap gerakan anti-korupsi di Indonesia.

Periode Kerja
6 April s.d. 30 Juni 2026.
(Pertemuan pertama akan dilaksanakan di Kantor TI Indonesia pada minggu kedua April 2026)

Benefit

  • Memperoleh eksposur pengalaman kerja serta penguatan jejaring dengan organisasi masyarakat sipil yang berfokus pada isu antikorupsi;
  • Apresiasi berupa uang saku per bulan selama periode kerja;
  • Sertifikat relawan.

Tenggat Pendaftaran 
Aplikasi pendaftaran dikirim melalui tautan https://bit.ly/VTII2026  paling lambat Rabu, 1 April 2026 pukul 23.59 WIB.

Informasi lebih lanjut
Untuk informasi lebih lanjut, mohon menghubungi Sdri. Izza Akbarani di email iakbarani@ti.or.id atau 0811-8869-711 (TI Indonesia).