14 Mar
  • By TI Indonesia
  • Cause in

Swara Parangpuan dan TII Kampanye Antikorupsi Melalui Film

Swara Parangpuan dan Transparency International (TI) Indonesia melakukan kunjungan ke Tribun Manado untuk kampanyekan pemutaran film Menolak diam yang merupakan satu di antara yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat tersebut untuk melakukan pencegahan korupsi.

“Kunjungan kami ke Tribun Manado untuk melakukan roadshow film tentang pencegahan melalui film dengan judul Menolak Diam,” ujar Nurhasanah dari Swara Parangpuan Sulut, Senin (12/2/2018).

Nurhasanah menambahkan selain kunjungan ke media pihaknya akan melakukan diskusi dan pemutaran film dengan pelajar mahasiswa dan masyarakat umum di Aula IAIN Manado pada Selasa (13/2).

Selanjutnya pada Rabu (14/2) diskusi dan pemutaran film di Aula DPD Wilayah Manado dengan mengundang kelompok seniman, pelaku budaya dan multimedia.

Nur Fajrin dari Transparency International (TI) Indonesia mengungkapkan pihaknya merupakan MGO Global dengan mengkampanyekan diangkat isu anti korupsi. “kami hadir di Indonesia sejak 2000 dengan kantor pusat di Berlin,” ungkapnya.

Satu di antara kegiatan yang dilakukan adalah dengan kreatif kampanye dengan pendekatan melalui film, theatre, stand up komedi dan bekerjasama dengan seniman.

Untuk itu film yang berjudul Menolak Diam satu di antaranya untuk mengkampanyekan pencegahan anti korupsi kepada anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA).

Film ini telah dilaunching pada Jakarta pada 8 Desember 2017, namun karena animo masyarakat yang cukup besar akhirnya dilakukan roadshow ke 14 kota di Indonesia, untuk Manado merupakan kota ke-8 yang menjadi tempat untuk kampanye anti korupsi dengan film Menolak Diam. “Selanjutnya kami akan ke Gorontalo,” ungkapnya.

Penulis Skenario Abi mengungkapkan fllm Menolak Diam merupakan film fiksi yang terinspirasi dari sebuah kisah nyata tentang gerakan siswa dan siswi dalam menuntut adanya transparasi anggaran satu di antara SMA di Solo pada 2008.

“Film dengan durasi 40 menit diharapkan memberikan pendidikan kepada anak-anak SMA di Indonesia,” ungkapnya.

Sumber: Tribunnews

TI Indonesia
TI Indonesia

Leave a Reply