BALAI KOTA - Sejumlah alokasi program kerja yang tercantum dalam Sapta Program Pemkot Semarang di anggaran 2012 mengalami penurunan. Anggaran kesehatan Jamkesmaskot turun Rp 2 miliar. 

Anggaran yang tahun 2011 Rp 13 miliar bakal menjadi Rp 11 miliar. Belum lagi anggaran penanganan korban kekerasan dalam rumah tanggang (KDRT) yang semula Rp 561 juta berkurang menjadi Rp 250 juta.

Masalah tersebut mengemuka dalam audensi organsiasi non-pemerintah (NGO) yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Anggaran Kota Semarang (Kompaks) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD, Senin (7/11).

Juru bicara Kompaks Ariyanto Nugroho menyayangkan penurunan alokasi anggaran Jamkesmaskot.  ’’Padahal berdasar pendataan kami, alokasi Jamkesmaskot semestinya naik,’’ kata dia.

Mereka berharap, Banggar memberi penekanan kepada Pemkot saat pembahasan KUA-PPAS 2012 agar alokasi masyarakat yang turun dinaikkan lagi. Mereka tidak ingin masyarakat dirugikan. Tuntutan kenaikan itu, kata Ari, sangat beralasan mengingat jumlah pendapatan daerah di 2012 diproyeksikan naik Rp 356,1 miliar, dari  Rp 1,7 triliun menjadi Rp 2,06 triliun.

Kemiskinan

Kenaikan pendapatan, justru berbanding lurus dengan alokasi belanja tak langsung. Dicontohkan, anggaran studi banding DPRD membahas 12 raperda dialokasikan Rp 2,2 miliar. Bahkan anggaran rapat Dewan Rp 5,2 miliar. Belum lagi anggaran perawatan rumah dinas wali kota Rp 2 miliar.   

Anggota Komisi A Imam Mardjuki menilai, Pemkot gagal dalam menanggulangi kemiskinan. Hal itu dilihat dari penambahan jumlah warga yang miskin. Berdasar survei 2009, ada 398.009 warga miskin. Saat ini, menjadi 401.442 jiwa. Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga Sekda Kota Semarang Akhmat Zaenuri mengatakan, masalah pengalokasian akan dibahas dalam rapat Banggar.

’’Keputusan Dewan bagaimana, kami tinggal otak-atik saja,’’ kata dia, belum lama ini. (H37,J9 -61)

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/11/08/165627/Jamkesmas-Berkurang-Dana-Rapat-Rp-52-M

Sumber :Suara Merdeka.com