INILAH.COM, Semarang- Sejumlah LSM yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Peduli Anggaran Kota Semarang (Kompak’s) dan tujuh komunitas di enam kecamatan akan melakukan gerakan monitoring bersama uji publik validasi warga miskin di wilayah masing-masing.

Anggota Koalisi Kompak’s Widi Nugroho mengatakan, pengawasan uji publik yang akan dilakukan satu bulan ke depan terkait dengan pendataan warga miskin di Kota Semarang.

“Bagi masyarakat yang hingga 3 November 2011 menemukan pihak kelurahan tidak mengundang untuk melakukan pengumuman data miskin maka akan kita data dan sampaikan kepada walikota untuk diberi sanksi,” ujarnya, Selasa (1/11).

Ia menambahkan, hingga hari ini informasi yang didapatkan masih ada sejumlah RT/RW yang belum mendapatkan undangan terkait sosialisasi pengumuman warga miskin di kelurahan. Kondisi ini jelas akan menghambat masyarakat untuk melakukan monitoring.

Ia menambahkan, Kompak’s mendesak walikota harus menindak lurah yang hingga Rabu (2/11) tidak melakukan sosialisasi. Pasalnya, ini merupakan salah satu indikator bahwa mereka berkinerja rendah dan berpotensi merugikan masyarakat selama dua tahun kedepan

Menurutnya, ada informasi positif dan negatif dari pengumuman uji publik tersebut. Yang positif adalah pemkot berkomitmen untuk terus memvalidasi masyarakat miskin yang kemudian nantinya akan dikurangi.

“Selain itu pemkot juga berani menyampaikan data itu secara langsung ke masyarakat (melalui kelurahan) untuk di kroscek oleh masyarakat sehingga bisa diberikan masukan. Ini merupakan inovasi baru dari salah satu tahap penanggulangan kemiskinan di Indonesia,” paparnya.

Sedangkan dari sisi negatif, lanjutnya, fakta kemiskinan kota Semarang mengalami kenaikan dari tahun 2009. “Benar bahwa data ini dalam proses validasi, tapi fakta lapangan kemiskinan tetaplah naik,” katanya. [mor]

http://m.inilah.com/read/detail/1791883/lsm-awasi-uji-publik-data-miskin

Sumber :Inilah.com