SEMARANG - Penyusunan APBD 2012 dinilai molor.  LSM Pattiro mengungkapkan, sesuai Permendagri No 21/2011 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri No 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, semestinya bulan ini sudah ada penyampaian rancangan APBD kepada DPRD.

Pegiat Pattiro Aryanto Nugroho khawatir, keterlambatan penyusunan anggaran dapat berimplikasi luas pada penggunaan anggaran. 

''Ini mau akhir Oktober. Kami khawatir penetapan molor. Belum lagi kalau waktu sudah mepet, tentu produk anggaran yang dihasilkan tak sesuai aspirasi masyarakat,'' kata dia kepada wartawan, Rabu (19/10).
Hingga kini, belum ada penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Perencanaan Anggaran Sementara  (KUA-PPAS). Bila mengacu peraturan mendagri, semestinya penyampaian KUA-PPAS sudah Juni lalu.

''Permendagri telah mengatur rangkaian tahapan pembahasan anggaran. Juni penyampaian, selanjutnya Juli kebijakan itu sudah disepakati Wali Kota dengan Dewan. Agustus sudah terlihat rencana kegiatan anggaran (RKA) masing-masing SKPD. Oktober ada penyampaian APBD. Saya yakin tahapan itu sudah sesuai ukuran untuk mendapatkan pengelolaan anggaran berkualitas. Kalau sekarang KUA-PPAS belum dibahas, Dewan bisa grusa-grusu nantinya,'' tandas dia.  

Staf Transparency International (TI) Indonesia, Rivan menilai keterlambatan pembahasan APBD ada indikasi persoalan krusial soal tarik ulur kepentingan. Tidak dipungkiri, biasanya muncul program-program pesanan. 

Mafia Anggaran

''Kalau ada (pesanan), pasti ada mafia anggaran. Dan masalah itu terjadi di hampir semua daerah seperti Balikpapan, Pontianak, Makassar,'' tandas dia.   

Pattiro, lanjut Aryanto, meminta Pemkot dan DPRD Kota Semarang segara membahas APBD 2012. Pembahasan harus mengedepankan transparansi dan partisipasi masyarakat. 
''Jauhkan program-program siluman, titipan dan hanya berorientasi pada kepentingan pribadi,'' tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Djunaedi membantah ada keterlambatan. ''Draf KUA-PPAS baru kami terima, kemarin. Rencannya Jumat (21/10), kami akan gelar rapat badan musyawarah untuk pembahasan KUA-PPAS,'' tandas dia.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) M Kholison yakin pembahasan APBD 2012 tepat waktu. ''Kami sudah komitmen untuk segera menyelesaikan anggaran. Kenapa sekarang? draf oleh eksekutif berkali-kali revisi. Kalau pun molor, bukan dari kami,'' tandasnya. (H37,J9-61)

Sumber: Suara Merdeka