Penempatan kembali para pedagang kaki lima (PKL) kawasan Simpanglima dipastikan akan menemui kendala. Sebab, jumlah PKL tidak berimbang dengan jumlah shelter  yang akan digunakan sebagai tempat berdagang. Saat ini jumlah PKL Simpanglima tercatat 182 orang, sedangkan shelter yang disediakan hanya 87 buah.

Menanggapi hal tersebut, kabid PKL Dinas Pasar Kota Semarang, Anton Siswantono megakui memang terjadi ketimpangan antara jumlah PKL dengan shelter. “Karena ada pengurangan rencana pembangunan shelter, dari tujuh titik hanya menjadi lima titik.” Kata Anton, kemarin.

Dikatakan dia, dua titik pembangunan shelter yang dikurangi yakni di depan Masjid Baiturrahman dan Hotel Ciputra. Meski demikian, pihaknya akan tetap mengusahakan agar semua PKL bisa mendapatkan tempat. “Kami utamakan mereka yang sudah menetap lama.” Ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, berapa bangunan di Simpanglima telah rusak sebelum digunakan, diantaranya, atap shelter  dan beberapa keramik di jalur pejalan kaki. Selain itu, sejumlah kalangan juga mengkhawatirkan tidak tertampungnya PKL karena ada pengurangan jumlah shelter.

Sistem Pujasera

Menurut Anton, pihaknya saat ini sudah merencanakan  akan membuat sistem seperti warung pujasera pada PKL Simpanglima. “Harapannya, semua PKL nantinya bisa ditampung karena bisa menghemat tempat.” Tuturnya. Dengan sistem pujasera tersebut, pada pedagang tidak perlu tempat luas untuk berjualan. Sebab, para PKL akan dibuatkan tempat khusus agar pembeli bisa duduk bersantai sembari menikmati kuliner ataupun jajanan yang tersedia.

Dikatakannya, pihaknya akan mengubah sistem dagang PKL: yang selama ini memerlukan tempat panjang seperti sekarang ini. “Jadi, nantinya pembeli tidak haru sdatang ke warung untuk membeli makanan, cukup berdasarkan nomor atau tempat duduknya saja.” Tuturnya. Saat ini pihaknya juga masih mendata lagi jumlah pasti PKL Simpanglima. Karena dari data, Anton mengaku menemukan ada nama ganda pada pendataan penempatan shelter.

Sementara itu, Ketua PKL Kota Semarang, Ani Kusrini menyatakan, sejauh ini belum ada penyikapan soal itu.  Data dari Dinas Pasar menyebutkan jumlah pedagang 182 PKL, namun dari perhitungan hemlah shelter ada 87 tempat. “Kami mempertanyakan puluhan pedagang lain yang tak kebagian tempat akan kemana.” Ujarnya.

Sumber          : Warta Jateng