Para pembaca  e-Newsletter Transparansi yang baik,

 

e-Newsletter Transparansi pada bulan April 2014 ini kembali menyapa anda para pembaca setia. Dalam edisi ini, e-newsletter Transparansi menghadirkan beberapa berita aktifitas dari kegiatan Transparency International Indonesia yang menghiasai di beberapa media nasional sepanjang bulan maret 2014. Pada edisi ini, Transparansi menurunkan dua kegiatan launcing yang bertajuk Persepsi Pemilih Pemula pada Pemerintahan, Korupsi, dan Pemilu Nasional 2014' dan Indonesia besas dari uang pelican.

Pada kegiatan lauching pertama, Anak muda menganggap tindak pidana korupsi yang terjadi di Indonesia pada 2013, lebih besar dibanding tahun sebelumnya. Anggapan itu didapat dari hasil survei Transparency International Indonesia (TII) bertajuk 'Persepsi Pemilih Pemula pada Pemerintahan, Korupsi, dan Pemilu Nasional 2014'.

Dan, pada lauching yang Indonesia bebas dari uang pelican, Sekjen TI Indonesia mengatakan, Masyarakat Indonesia cenderung masih menganggap pemberian uang pelicin sebagai hal kecil yang lumrah. Penegak hukum pun belum menaruh perhatian lebih terhadap pemberian uang pelicin yang marak terjadi di lingkungan birokrasi tersebut. "Uang pelicin masih banyak disalahartikan karena orang masih menganggap ini uang kecil yang enggak penting dan penegak hukum juga enggak punya perhatian terhadap isu ini,

Selain itu, Transparansi juga mengeluarkan berita tentang pemuda bias mengawasi pemilu lewat teknologi. Pada tanggal 16 maret lalu, TI Indonesia dan beberapa jaringan menggelar acara di kawasan Car Free Day yang bertajuk #KamiMengawasi. Acara ini bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses pemilu 2014.

Demikianlah gambaran sekilas tentang e-Newsletter Transparansi edisi ini dari kami. Semoga bermanfaat dan selamat membaca.