E-newsletter Edisi I Vol VIII Februari 2012
Kamis, 08 Maret 2012 20:35:56 | Newsletter | (0 view)Para pembaca setia e-Newsletter Transparansi,
Transparansi kembali hadir menyapa anda di bulan ketiga tahun 2012 ini. Pada edisi ini, Transparansi mengangkat tema khusus tentang Film “Kita Versus Korupsi”. Film sebagai kampanye gerakan anti korupsi ini menjadi sebuah terobosan mutakhir. Dikatakan terobosan mutakhir karena film yang dibuat oleh Transparency International Indonesia (TII) ini merupakan sebuah kado dukungan bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di negeri tercinta ini.
Para pembaca, jika menilik dari antusiasme para penonton yang telah menyaksikan film ini dinilai mampu memberikan semangat positif untuk mencegah dan memberantas korupsi. Di edisi ini Transparansi menurunkan berita tentang antusiasme tersebut pada saat peluncuran perdana film yang dilaksanakan pada 26 Januari lalu di bioskop XXI Djakarta Teater.
Di rubrik Special Section, berita feature mengangkat tentang ulasan cerita dan nilai-nilai kampanye anti korupsi. Selain itu juga diturunkan berita tentang Wakil Presiden Boediono dan jajaran menteri juga diajak untuk menonton film “Kita Versus Korupsi”.
Dalam rubrik rilis, diturunkan siaran pers tentang tujuan dan harapan dari pembuatan film “Kita Versus Korupsi”. Untuk memberikan gambaran utuh mengenai film maka redaksi juga menurunkan tulisan mengenai gambaran seputar cerita dalam film “Kita Versus Korupsi” melalui sinopsis yang berisikan benang merah dari cerita dalam omnibus film tersebut.
Gempita film terasa sampai di daerah. Berita daerah mengangkat tentang pemutaran film di Semarang dan Makasar. Pemutaran film yang dirangkaikan dengan diskusi interaktif dan pentas seni mendapatkan sambutan meriah di daerah-daerah tersebut. Salah satu script writer juga memberikan tulisan pada e-newsletter. Jazzy Mariska Usman, penulis cerita dari film “Pssst…Jangan Bilang Siapa-siapa”.
Sementara itu, di Jakarta pemutaran film juga dilakukan oleh lembaga Bappenas di XXI Djakarta Teater dan dihadiri oleh Menteri Armida Alisjahbana. Film juga diputar di lembaga kesenian seperti Kineforum dalam jangka waktu seminggu berturut-turut. Pemutaran film juga dilengkapi dengan diskusi dengan produser, sutradara dan pemain film. Beritanya ada di rubrik “Kegiatan”.
Opini dari blogger, Nadi Alone Rider yang menceritakan tentang saripati film turut menjadi tulisan menarik untuk disimak. Nadi memberi simpulan tentang pentingnya pendekatan budaya dalam upaya memerangi korupsi. Terutama tentang pentingnya nilai-nilai kejujuran yang harus dimulai sejak dini dan tentu saja dari keluarga.
Akhirnya, kami tim redaksi Transparansi mengucapkan selamat membaca dan semoga informasi yang kami berikan bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Redaksi








Discussion 0 Comments