Skalanews - Direktur Utama (Dirut) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Nur Pamudji dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mendapatkan penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA) 2013.

BHACA merupakan sebuah ajang dua tahunan, yang memberikan penghargaan kepada pejabat pemerintah daerah (Pemda) dan pada pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang memiliki komitmen anti korupsi.

Dikatakan Ketua Dewan Juri BHACA 2013, Betti Alisjahbana bahwa perkumpulan BHACA pertama kali didirikan pada 2003 yang lalu. Dan semenjak itu, BHACA telah empat kali memberikan penghargaan kepada beberapa orang.

"Dan untuk tahun 2013 ini, penghargaan BHACA dianugerahkan kepada Pak Basuki Tjahaja Purnama untuk kategori pejabat Pemda, dan Nur Pamudji untuk kategori pejabat BUMN," kata Betty dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/10).

Dia lantas menjelaskan alasan, mengapa kedua orang itu dinilai layak mendapat anugerah BHACA 2013. Nur Pamudji dan Basuki Tjahaja Purnama, akui Betty sangat memperhatikan upaya untuk melibatkan masyarakat atau publik secara umum.

"Upaya pelibatan masyarakat itu dalam rangka menunjukkan komitmen mereka terhadap pemberantasan korupsi. Serta memperhatikan faktor keberlanjutan dari reformasi birokrasi yang dilakukan dalam prosesnya," kata Betty menjelaskan.

Salah satu contoh terobosan yang telah ditunjukkan oleh Basuki, tutur Betty, yakni kebijakan mata anggaran dikaji ulang dan menyiarkan rapat-rapat mengenai anggaran di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta melalui situs Youtube.

Sementara untuk Nur Pamudji, ungkap Betty, telah menjalankan program PLN Bersih, yaitu sebuah program PLN untuk memastikan terlaksananya GCG (Good Corporate Governance). Dalam programnya, lanjut Betty PLN pun menetapkan 4 pilar utama.

"Empat pilar tersebut disebut PITA, yaitu Partisipasi, Integritas, Transparansi, dan Akuntabilitas. Nur Pamudji pun berinisiatif menjalin kerjasama dengan Transparency International Indonesia (TII) atau jaringan internasional anti korupsi," kata Betty.

Proses penjaringan BHACA 2013 ini telah dilakukan sejak Maret sampai Oktober 2013, melalui penelitian dan pengiriman formulir nominasi BHACA 2013 ke seluruh instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan juga sosial media.

Selain Betty, dewan juri lainnya yang ikut ambil bagian dalam BHACA 2013 ini yakni Mas Achmad Santosa, Agung Pambudhi, Rikard Bagun dan Lucky Djani. Mereka melakukan seleksi terhadap 44 nama, dan disaring menjadi tujuh nama saja.

Dan dipenilaian final, nama Nur Pamudji dan Basuki akhirnya dipilih sebagai yang berhak menerima penghargaan BHACA 2013 ini, setelah melalui proses penilaian yang didasarkan pada faktor komitmen, integritas, kepemimpinan, dan dampak pada upaya pemberantasan korupsi.

Sumber :skalanews.com