Upaya PLN untuk menjalankan bisnis yang bebas dari praktek korupsi melalui program PLN Bersih, direalisasikan dengan membangun sistem yang mampu menangkal segala potensi terjadinya praktek korupsi. Saat ini PLN membangun sebuah sistem yang berlandaskan empat pilar utama PLN Bersih yang dikenal dengan PITA, yaitu :

  1. Partisipasi, partisipasi dari para pegawai PLN dan seluruh stakeholders dalam berkomitmen dan menjalankan dan mendukung program PLN Bersih dengan baik
  2. Integritas, integritas dari para pegawai dalam bekerja melayani masyarakat sangat penting artinya untuk membangun budaya LN Bersih
  3. Transparansi, keterbukaan informasi dan sikap responsif terhadap permintaan informasi publik sangat menentukan dan penting dalam pembangunan budaya PLN Bersih
  4. Akuntabilitas, pilar ini menuntut pegawai PLN untuk selalu responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dan juga mendukung implementasi wishtle blower system dan program pengendalian gratiikasi.

Pilar pertama, partisipasi, meliputi deklarasi komitmen integritas pegawai PLN di seluruh lapisan unit dan wilayah kerja PLN. Partisipasi ini juga aktif melibatkan pihak-pihak yang terlibat kerja sama dengan pln melalui deklarasi Collective Action yang merupakan komitmen bersama (PLN, Vendor, Publik) untuk mencegah terjadinya korupsi dalam pengadaan barang dan jasa . Lebih dalam lagi, PLN dan mitra kerja ini juga harus saling mendukung lewat multistakeholder forum yang menjadi sarana komunikasi, evaluasi kualitas, akuntabilitas dan integritas dalam pengadaan barang/Jasa dan pelayanan pelanggan.

Pilar kedua, integritas, menjadikan para pegawai PLN patuh kepada Code of Ethic (CoE) dan Code of Conduct (CoC) yang berlaku di perusahaan. Implementasinya bisa seperti pegawai PLN dilarang berinteraksi dengan vendor yang berpotensi menimbulkan benturan kepentingan (conflict of interest) dan timbulnya gratifikasi melalui berbagai media terutama dan tidak sebatas seperti main golf, undian dalam suatu permainan, dan lain-lain. integritas ini juga berlaku pada proses pelayanan pelanggan melaui perbaikan indeks Integritas Layana Publik (ILP). Salah satu penerapan yang sudah berjalan melalui kemudahan proses pasang baru (PB), tambah daya (TD), dan layanan gangguan (LG) listrik yang bebas dari korupsi dan suap.

Pilar ketiga, transparansi, merupakan landasan utama bagi terciptanya iklim keterbukaan perusahaan lewat keterbukaan informasi kepada publik. Penerapan prinsip transparansi sejalan dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 yang sudah diakomodir oleh PLN lewat Keputusan Direksi Nomor 501 Tahun 2012. Keputusan mengatur tentang prosedur keterbukaan dan permintaan informasi oleh publik baik melalui media seperti internet maupun media konvensional seperti buku panduan, brosur, leaflet, dan lain-lain.

Pilar keempat, akuntabilitas, merupakan prinsip dari sikap responsif terkait dengan Complaint Handling Mechanism (CHM) untuk memberikan kesempatan pengaduan terkait pelayanan pelanggan dan pengadaaan barang/jasa, dan lain-lain. wujudnya saat ini berupa tersedianya saluran aduan telepon melalui contact center 123 dan website PLN. Selain itu juga diterapkannya mekanisme Whistle Blower System dan pengelolaan gratifikasi untuk melindungi kerahasiaan pelapor.

Unit Pelopor PLN Bersih

Ada 13 unit PLN yang ditunjuk menjadi pilot project PLN Bersih yang berpedoman pada 4 pilar utama ini. Ke-13 unit bisnis yang telah mengimplementasikan inisiatif PLN Bersih itu adalah PLN Wilayah Bangka Belitung, PLN Wilayah Sumatera Utara, Unit Pembangkitan Jawa Bali, PLN DIstribusi Jakarta Raya dan Tangerang, PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten, PLN Distribusi Jawa Tengah dan Yogyakarta, PLN Distribusi Jawa Timur, PLN Distribusi Bali, PLN Distribusi Lampung, PLN Pusdiklat, PLN Jasa Sertifikasi, PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan, serta PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan.

13 unit PLN ini dipantau dari awal dan diberikan penilaian apakah unitnya berhak mendapatkan predikat PLN Bersih dengan indikator-indikator PITA tersebut. Penilaian 13 unit pilot project PLN Bersih ini untuk melihat progress atau untuk memotret pelopor PLN Bersih dan lingkungan sekitarnya termasuk manajemen unit terkait dan vendornya. Ada tiga area yang menjadi fokus pengukuran, yaitu risiko integritas, implementasi PLN bersih, dan integritas pengadaan serta integritas pelayanan.

Sumber :plnbersih.com