“Use Success to build more success. That’s the way the world works.” Begitu kata orang bijak. Andi Taufan Garuda Putra, atau yang akrab disapa Taufan juga mengutip kalimat inspiratif tersebut saat presentasi Gathering Consultative Young Change Maker (24/9) bersama alumni peserta workshop #Aksikita di kantor TI-Indonesia. Siapakah Taufan? Ia adalah salah satu Young Change Maker (Pembaharu Muda/ YCM) yang mengembangkan ide kesejahteraan berbasiskan ekonomi kerakyatan. YCM sendiri merupakan salah satu program yang diinisiasi oleh Ashoka Foundation dalam rangka menjaring generasi Pembaharu Muda. Tujuannya menyiapkan calon-calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Kegiatan satu hari penuh ini diikuti oleh para alumni peserta workshop “My Dream, My Way, My Action”. Para peserta yang sedang mengembangkan social venture ini diberikan kesempatan untuk mendengar sharing pengalaman dan ilmu dari para YCM. Sesi sharing pertama disampaikan oleh Iman Usman. Presentasi berjudul “Developing Youth Venture with SMART Approach”,  sukses membawa peserta mendapatkan pencerahan saat proses konsultatif ini.

“You need to spread the word about your venture. Be a marketer of your social venture,” papar Iman dalam sesi presentasinya. Iman yang bernama asli Muhammad Iman Usman, juga adalah salah satu YCM Ashoka Foundation pada 2010. Inisiatif yang dikembangkan oleh Iman adalah memfasilitasi anak-anak muda dalam berkontribusi konkret pada masyarakat dengan jaringan kerelawanan (voluntarism) Indonesian Future Leaders (IFL).

Selain sesi berbagi mendengarkan pengalaman dari dua YCM, Iman dan Taufan, setiap peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dengan empat YCM lainnya. Mereka adalah Nina Nuraniyah, Retha Dungga, Yulia Nadya, dan Agni Yoga Airlangga. Sebanyak 13 peserta dibagi menjadi lima kelompok. Waktu 20 menit diberikan kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi dan berkonsultasi.

Sesi konsultasi menjadi sesi yang sangat penting mengingat pada sesi ini setiap peserta berkesempatan menceritakan proses mereka dalam mengembangkan social venture-nya. “Tidak perlu riset lagi dan mengulang mencari jawaban atas pertanyaan yang sama. Make something different and go for it”, pungkas Yulia Nadya, atau akrab disapa Nana ini. Nana juga adalah YCM yang mengembangkan ide “Leave No Trace”. Sebuah gagasan dengan pendekatan edukasi lapangan untuk anak-anak muda ramah lingkungan. Nantinya, setiap peserta yang menjaga komitmen merealisasikan social venture berpeluang menjadi YCM dan menampilkan gagasan mereka kepada publik lewat kegiatan “Idea Market Place” pada akhir Oktober. [LT]