Isi Buku Tamu

Stefanus Mira Mangngi Minggu, 17 Maret 2013 23:27:31
Profesi : Aktifis
Tahun 2013 seharusnya menjadi TAHUN DARURAT KORUPSI di Indonesia karena bukan saja angka korupsinya yang spektakuler tetapi karena : 1). Institusi Legislatif telah menjadi "SARANG"nya koruptor, 2). PRESIDEN dan Partai (utamanya Partainya Presiden) telah GAGAL memberantas korupsi. Dan karena itu MELAWAN KORUPSI; KEMISKINAN DAN PEMISKINAN di Indonesia HARUS DILAKUKAN DENGAN CARA-CARA YANG LUAR BIASA. Kemiskinan dan penderitaan yang mendera rakyat di satu sisi dan Pengakuan sejumlah Politisi seperti M. Nazarudin, Permadi dan terungkapnya berbagai kasus korupsi yang menyeret tokoh parpol dan kader-kadernya di legislatif dan eksekutif (dari pusat hingga daerah)di lain sisi, MERUPAKAN BUKTI bahwa PARPOL telah GATOT alias GAGAL TOTAL menunaikan fungsinya sebagaimana diamanatkan Konstitusi dan UU PARPOL.Bahkan demokrasi telah DIBAJAK oleh (elit) Parpol untuk melanggengkan kekuasaan dan kepentingan sempit mereka. Karena itu MELAWAN KORUPS; KEMISKINAN DAN PEMISKINAN di Indonesia TIDAK CUKUP dengan apa yang telah di lakukan sekarang, utamanya oleh KPK. HARUS ADA TEROBOSAN TINDAKAN YANG LUAR BIASA DAN SISTEMATIS, SEPERTI:

1. Terpidana kasus korupsi DENGAN BERPAKAIAN KHUSUS KORUPTOR, WAJIB KERJA SOSIAL di tempat-tempat publik (RS, Pasar, Kantor Pemerintah, Jalanan Umum, Taman Kota,Panti Asuhan, Sekolah, Panti Jompo, Tempat Pembuangan Sampah Akhir,dll) selama 8 JAM SEHARI(memperkuat barisan pasukan kuning/kebersihan dan juga membantu para pemulung) dengan KAKI DI BORGOL DAN BORGOLNYA SALING TERHUBUNG diantara mereka sesama napi korupsi.

2. HAPUS SISTEM KEPARTAIAN dari sistem demokrasi kita. Sehingga PARPOL segera MEMBUBARKAN DIRI. Pemilihan anggota legislatif (DPR-RI, DPD, DPRD KAB./KOTA), pemilihan Bupati/Walikota dan Presiden dibuat kurang lebih sama dengan model pemilihan anggota DPD.

3. HAPUS INSTITUSI DPRD PROVINSI DAN JABATAN GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR karena hanya membebani rakyat (APBN/APBD) untuk segala fasilitas mereka. Institusi DPRD-nya cukup di tingkat Kabupaten/Kota saja. Jabatan Gubernur sebagai Kepala Daerah sangat tidak masuk akal karena yang "punya" rakyat adalah Bupati/Walikota. Jabatan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah juga tidak efektif karena Bupati/Walikota lebih suka dan lebih sering langsung ke Jakarta. Gubernur juga nyaris tidak di dengar oleh para Bupati/walikotanya.Yang manut pada Gubernur hanyalah Bupati/Walikota yang berasal dari partai yang sama dengan Gubernurnya.Sehingga tidak jarang konflik antara Gubernur dan Bupati/Walikota justru rakyat yang sudah susah jadi tambah menderita. Kalaupun Jabatan Gubernur mau tetap di pakai maka yang menjadi Gubernur adalah PNS dengan jabatan/eselon tertinggi yang diangkat oleh Mendagri biar jabatan tersebut netral untuk semua Bupati/Walikota.

Terima Kasih
Posted From unknown
Using Firefox Firefox 18.0 on Ubuntu Linux Ubuntu Linux
ulianta Selasa, 05 Pebruari 2013 14:04:12
Profesi : internet market
Webnya menarik semoga bisa berkunjung kembali


iklan, iklan baris, promosi, rajalaba, laba
Posted From Indonesia
Using Firefox Firefox 14.0.1 on Windows Windows XP
jualkeris.com Rabu, 09 Januari 2013 15:00:48
Profesi : Mahasiswa
Sipp.. Informasinya up to date. saya tunggu Informasi selanjutnya.
Posted From Australia
Using Firefox Firefox 17.0 on Windows Windows NT
Eza Rabu, 09 Januari 2013 11:21:50
Profesi : swasta
Makin Maju aja, brantas korupsinya.
Posted From unknown
Using Firefox Firefox 17.0 on Windows Windows NT
jenya Selasa, 08 Januari 2013 09:29:54
Profesi : jenyasa
wah ini berita yang sanga saya ingginkan. berantaslah korupsi, bikin jinja memang para koruptor itu.
Posted From unknown
Using Firefox Firefox 17.0 on Windows Windows NT
zulkarnain Selasa, 08 Januari 2013 03:55:34
Profesi : karyawan swasta
bagaimana cara untuk bergabung di tii
Posted From Indonesia
Using Firefox Firefox 12.0 on Windows Windows NT
athin setyorini Kamis, 03 Januari 2013 21:28:37
Profesi : mahasiswa
Pemberantasan Korupsi Sejak Dini harus dari awal diterapkan. Semangat terus untuk melawan korupsi di negeri kita. Mari bangkit untuk membangun negeri ini tanpa disertai korupsi yang merajalela.
Posted From Australia
Using Safari Safari 537.11 on MacOS MacOS X
saini ahmadi Selasa, 01 Januari 2013 15:58:26
Profesi : mahasiswa
Apa betul kita akan melawan praktik korupsi
hanya ada satu cara, para koruptor telah menghianati negara maka sudah sepantasnya dalam aksi demo kita harus teriakkan koruptor sebagai penghianat negara.

Atau gembar-gembor melawan korupsi ini ini hanya bahan jualan orang hukum seperti kita tahu petani jualan sayuran, tukang cukur jualan jasa orang hukum jualan hukum.

Tanya ke diri kita masing-masing
Posted From Australia
Using Firefox Firefox 15.0.1 on Windows Windows XP
Chandra Senin, 26 November 2012 19:58:34
Profesi : Pengelola Blog
web yang bermanfaat pak, salam sukses sebagai dukungan pemberantasan korupsi
Posted From Australia
Using Safari Safari 537.11 on MacOS MacOS X
Karkoon Senin, 08 Oktober 2012 12:30:55
Profesi : Pebisnis
Selamat siang, berkunjung ke blog ti.or.id ini, banyak informasi yang bermanfaat saya dapatkan, salam sukses,
Posted From Indonesia
Using Firefox Firefox 14.0.1 on Windows Windows XP
First  |  Previous |   1  2  3  4  5  6   | Next  |  Last  
2/6