PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim-Kaltara bersama Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur menargetkan satu juta pelanggan menikmati listrik tahun ini. Sehingga, rasio elektrifikasi dari semula 85 persen meningkat jadi 91 persen pada 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan General Manager PLN UIP Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Zulfikar Manggau dalamacara Multi Stakeholder Forum, Collective Action dan Leadership Quality Feedback di Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan, kemarin (27/4).Di forum yang bertemakan Sinergi dalam Meningkatkan Integritas Layanan, Zulfikar menuturkan, masih ada 15 persen yang penduduk Kaltim-Kaltara yang belum menikmati listrik negara.

"Saat ini (rasio elektrifikasi) masih di angka 85 persen. Itu berarti ada 15 persen yang belum menikmati listrik. Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari segala pihak, utamanya para stakeholder agar proyek tersebut bisa berjalan sesuai target," katanya di hadapan pejabat pemerintah daerah, mitra kerja, akademisi, LSM hingga awak media.

Sebagaimana diketahui, terang dia, saat ini PLN memiliki tugas membangun proyek listrik 35.000 MW. Sementara itu, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kaltim dan Kaltara, ditargetkan sampai tahun 2019 PLN akan membangun pembangkit dengan daya 1000 MW. Adapun jaringan yang dibangun sepanjang 2900 kms.

Zulfikar melanjutkan, ada upaya penting  lain yang saat ini sedang dilakukan PLN. Pada 2021 mendatang, pihaknya menyediakan biaya pokok penyediaan pada sistem kelistrikan di angka kurang lebih Rp 1.500 per kWh. Karena itu, dalam  forum stakeholder tersebut, Zulfikar menjelaskan, jika kegiatan tahunan ini sebagai sarana diskusi, sekaligus media untuk menghimpun dukungan serta masukan dari para stakeholder guna meningkatkan layanan PLN kepada masyarakat.

“Tentunya untuk mendukung program kelistrikan, kami perlu berbenah dari segala sisi. Kami membutuhkan penilaian para stakeholder terkait kelebihan, kekurangan, harapan hingga masukan-masukan untuk kami berbenah ke depannya,” jelas Zulfikar. Selain itu, stakeholder juga diajak diskusi terkait peningkatan integritas layanan.

Hadir sebagai narasumber dalam sesi diskusi Lia Toriana dari Transparency International Indonesia (TII) dan Wakapolres Balikpapan Yolanda Evalyn Sebayang sebagai ketua Tim Saber Pungli Kota Balikpapan. Serta mewakili GM PLN Wilayah Kaltimra, Isdenta Sinurat selaku Manajer Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan.

Dalam kesempatan itu, Isdenta memaparkan terkait transparansi pelayanan dan komitmen PLN dalam meningkatkan integritas layanan. Dia menegaskan, bersama masyarakat, PLN berkomitmen memberantas pungutan liar pada setiap layanan PLN. Adapun yang menjadi fokus utama dalam pelayanan berintegritas adalah adanya transparansi dan kemudahan akses untuk pelanggan dari segala sisi.

“Kami terus mengupayakan peningkatan layanan melalui produk-produk PLN, utamanya layanan online yang sedang kami optimalkan, untuk memberikan layanan yang transparan dan lebih tanggap merespons keinginan pelanggan," jelas Isdenta. Produk PLN yang dimaksud, seperti contact center 123, aplikasi PLN Mobile, aplikasi keluhan terpadu, serta catat meter terpusat.

“Saat ini kita sudah memiliki sekitar 900 ribu pelanggan, dan melalui peningkatan pelayanan ini, tahun ini kita memiliki target untuk melayani 68 ribu yang belum mendapatkan pelayanan. Dengan begitu 968 ribu pelanggan tahun ini bisa didapat. Untung-untung bisa di angka 1 juta pelanggan tahun ini,” katanya.

Diskusi kemarin kemudian ditutup dengan penandatanganan deklarasi sebagai komitmen antara PLN dan para stakeholder sebagai wujud sinergi meningkatkan layanan ketenagalistrikan yang berintegritas. (*/mra/riz/k18)



Sumber :Pro Kaltim