Transparency International Indonesia (TI-I) bekerjasa sama dengan Gerakan SPAK NTT (Saya Perempuan Anti Korupsi Provinsi NTT) mengelar Workshop CekSekolahku bertema Peran Serta Warga Sekolah dalam Meningkatkan Transparansi dan Akuntabilitas Sekolah di Hotel T-More Kupang, Senin (29/8/2016) siang. Kegiatan ini diikuti peserta dari tiga provinsi yakni NTT, NTB dan Bali.

Transparency International Indonesia (TI-I) adalah jaringan global organisasi non pemerintah anti korupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga Negara, partai politik, kalangan bisnis dan masyarakat sipil.

Sementara Gerakan SPAK merupakan suatu gerakan non lembaga atau non organisasi tetapi mampu menggerakan para perempuan untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai dan perilaku anti korupsi di berbagai lini dan komunitas.

Workshop Cek Sekolahku menghadirkan sejumlah narasumber dan salah satunya adalah Kadis Pendidikan Kota Kupang, Jerhans Ledoh. Dalam pemaparannya, Jerhans Ledoh menyatakan, menyambut baik digelarnya kegiatan workshop tersebut.

Sementara Koordinator Gerakan SPAK NTT, Essy Dimoe Djami-Toulasik yang juga sebagai ketua panitia kegiatan workshop, kepada wartawan pos kupang disela-sela kegiatan tersebut, mengatakan, workshop bertujuan melatih jaringan SPAK dan warga sekolah pada umumnya tentang nilai-nilai anti korupsi yang mendukung tata kelola sekolah yang baik. Selain itu, juga bertujuan menyusun acuan kerja advokasi SPAK dan jaringan untuk tata kelola sekolah yang lebih baik.

"Transparansi dan akuntabilitas sekolah penting dilakukan agar tata kelola sekolah bisa berjalan lebih baik dan jauh dari perbuatan korupsi. Hal ini penting dilakukan, karena sekolah juga mengelola banyak dana pemerintah seperti dana BOS (bantuan operasional sekolah) dan lainnya," kata Essy.

Sejumlah kasus korupsi, kata Essy, pernah terjadi di lingkungan pendidikan dan menyasar sampai ke sekolah. Baik dalam proyek-proyek dinas pendidikan untuk pengadaan fasilitas sekolah maupun pengelolaan dana BOS oleh sekolah. Sementara para guru dan warga sekolah lainnya cenderung kurang aktif memantau pengelolaan dana di sekolah.

Karena itu, kata Essy, Gerakan SPAK dan TI-I menilai peran serta warga sekolah dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas sekolah menjadi sangat penting. Semua pihak diharapkan memberi dukungan bagi terciptanya tata kelola sekolah yang lebih baik.

Sumber :Tribunnews