Amanah UU no 14 tahun 2018 tentang Kterbukaan  informais publik pada intinya adalah memberikan kewajiban kepada setiap Badan Publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon informasi publik untuk mendapatkan informasi publik. Dan sudah selayaknya UU tersebut dilaksanakan  oleh setiap level pemerintahan tak terkecuali Pemerintah Kota Banda Aceh, yang menurut Sekda Kota Banda Aceh telah menyediakan sarana informasi kegiatan pembangunan kota melalui website www.bandaacehkota.go.id

“Ini adalah bukti nyata komitmen Pemko Banda Aceh dalam mewujudkan keterbukaan informasi terkait pemerintahan dan pembangunan” ujarnya di sela-sela Launching YRC Aceh 17 Februari 2016 di Aula Balai Kota Banda Aceh .

Dalam perannya membantu pelaksanaan informasi publik berjalan dengan baik anak muda juga tidak kalah penting menjadi salah satu aktor yang terlibat dalam pengawalan informasi publik ini. Itulah mengapa inisiatif  Youth Report Centre Aceh lahir. YRC Aceh merupakan sebuah inisiatif yang digagas oleh Transparency International Indonesia (TII) dan Rumoh Transparansi untuk mendorong pemuda di Aceh berpartisipasi aktif dalam melakukan audit sosial terhadap keterbukaan informasi dan pelayanan publik.

Pemko Banda Aceh tentu memberi dukungan penuh atas inisiatif  YRC Aceh yang gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya peran pemuda dalam mendorong keterbukaan informasi dan pelayanan publik di beberapa sekolah menengah, perguruan tinggi dan komunitas pemuda yang ada di Kota Banda Aceh. “Hal ini sejalan dengan misi ketujuh Pemko Banda Aceh 2012-2017 yakni meningkatkan peran generasi muda sebagai kekuatan pembangunan kota” katanya lagi. Ia pun meyakini, keterlibatan pemuda dalam mengawal pemerintahan dan pembangunan akan memberi arti penting untuk kebutuhan pembangunan itu sendiri. Begitu juga ajakan kepada semua elemen untuk dapat mendukung dan mendorong percepatan perwujudan keterbukaan informasi publik untuk lebih optimal.

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Dadang Trisasongko yang ikut hadir dalam sambutannya menyatakan pencegahan dan pemberantasan korupsi tidak cukup diajarkan di dalam kelas saja. Tidak pula harus turun ke jalan dan menyorot kasus-kasus besar di tingkat nasional. “Akan lebih efektif melalui pengalaman dengan langsung ikut mengawasi pelayanan publik di desa maupun di sekolah. Jadilah pelopor pengawasan layanan publik di darah masing-masing” ajaknya.

Beliau juga menyampaikan “launching YRC Aceh  diharapkan menjadi titik awal untuk mendorong keterlibatan pemuda di Kota Banda Aceh maupun Provinsi Aceh secara umum dalam pencegahan korupsi, ini juga diukur bukan hanya dari banyaknya anak muda yang terlibat, tetapi juga banyaknya laporan yang masuk dan ditindak lanjuti terutama pada sektor pelayanan publik”
Sementara, Program Manager Youth Department Lia Toriana dalam diskusi publik menyatakan “Keterlibatan Youth Report Center adalah sebagai solusi atas pertanyaan generasi muda yang ingin terus bergerak dalam upaya keterbukaan informasi publik dan juga sebagai wadah para generasi muda untuk menjembatani laporan pelayanan publik yang ada di Banda Aceh, sehingga diharapkan penanganan korupsi menjadi semakin lebih baik” pungkasnya

Acara launching Youth Report Center ini selain dihadiri oleh Sekda Bahagia dan Sekretaris Jenderal TII Dadang Trisasongko juga dihadiri oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh Taqwadin Husen, Program Manager Youth Department TII Lia Toriana, dan Koordinator YRC Aceh Crisna Akbar. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari 32 Lembaga Pendidikan dan LSM dirangkai  dengan diskusi publik dengan tema “Peran Pemuda dalam Mendorong Keterbukaan Informasi dan Pelayanan Publik” selanjutnya dilakukan penadatangana kesepakatan bersama untuk mendukung Pemko Banda Aceh dan seluruh badan publik lainnya dalam meningkatkan keterbukaan informasi dan pelayan publik di kota Banda Aceh.