JAKARTA--MICOM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memfokuskan penyelidikan kasus dugaan korupsi kompleks olahraga Hambalang ke arah pelanggaran konstruksi.

"KPK masih mendalami soal konstruksinya," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Senin (16/7).

Proyek yang dikerjakan PT Wika dan PT Adhi Karya itu diketahui sudah janggal dari awal pembangunannya. Namun ia menyatakan bahwa KPK belum mendalami pengadaan barang proyek tersebut. "Kami belum masuk ke pengadaan barangnya," ujarnya.

Secara terpisah juru bicara KPK Johan Budi mengatakan hasil data audit Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) menjadi rujukan penyelidikan kasus yang diduga menyerempet sejumlah petinggi Partai Demokrat itu. Meski begitu, ia mengakui KPK belum menerima hasil audit menyeluruh dari BPK.

"KPK menggunakan bahan audit BPK untuk menyelidiki kasus Hambalang, misalnya soal pengadaan kontruksi," cetus Johan.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas menyatakan sudah mengantongi alat bukti kuat terkait dugaan penggelembungan dana proyek tersebut.

"Dana yang awalnya Rp200 miliar menjadi Rp2,4 triliun itu semua komprehensif. Dan Ini menarik karena ada penggelembungan secara cepat dalam jumlah spektakuler," kata Busyo.

Meski mengaku sudah mengantongi bukti penggelembungan ini, Busyro menolak merinci apa saja alat bukti yang sudah dikantongi KPK. Menurutnya, alat bukti tersebut akan dikaji lebih dalam saat ekspose berikutnya.

Penyelidikan kasus ini, kata Busyro dilakukan secara komprehensif. "Kami taat prinsip akurasi dan validasi bukti-bukti materiil. Konsekuensinya lama, kami jaga profesionalisme," kilahnya. (PL/OL-2)

Sumber :Media Indonesia.com