Hal        : Undangan Peluncuran CPI 2015

Kepada Yth,
Rekan-rekan Jurnalis
Di Tempat

Dengan Hormat,

Sejak tahun 1995, Transparency International (TI) secara rutin meluncurkan Corruption Perception Index (CPI). CPI adalah sebuah instrumen pengukur korupsi di sektor publik yang dapat diperbandingkan antar waktu dan antar negara. Dengan kemampuannya untuk diperbandingkan antar waktu dan antar tahun tersebut, CPI banyak digunakan sebagai indikator keberhasilan pemberantasan korupsi di dunia. CPI unggul dalam menggabungkan berbagai data survei dari lembaga-lembaga internasional kredibel menjadi indeks gabungan.

Dalam rentang 2012-2014, skor dan peringkat CPI Indonesia meningkat. Skor CPI naik dari 32 ke 34, sementara peringkat CPI naik dari 118 ke 107. Meskipun terdapat tren peningkatan skor dan peringkat, namun secara umum dapat dikatakan bahwa prevalensi dan tantangan korupsi di Indonesia masih tinggi. Secara komparatif, skor CPI Indonesia 2014 masih di bawah rerata region di Wilayah Asia Pasifik (43), di bawah rerata negara di Asia Tenggara (40). Mengawali tahun 2015, Kepemimpinan baru KPK telah resmi terbentuk dan tantangan pemberantasan korupsi telah di depan mata. Terkait dengan hal diatas, Transparency International Indonesia (TII), bermaksud mengundang Rekan-rekan Jurnalis untuk dapat hadir dan meliput pada acara Launching Corruption Perceptions Index 2015 yang akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal  : Rabu, 27 Januari 2016
Waktu           : 12.00-16.00 WIB (Diawali dengan Makan Siang)
Tempat         : Hotel Le Meridien, Jl. Jend. Sudirman Kav. 18-20 - Jakarta
Penanggap    : 1. Agus Raharjo -ketua Komisi Pemberantasan Korupsi
                       2. Teten Masduki - Kepala Kantor Staf Presiden
                       3. Diani Sadiawati - Direktur Analisa Perundangan Bappenas


Demikian Undangan ini kami sampaikan. Kami berharap Rekan-rekan jurnalis dapat menghadiri dan meliput acara tersebut. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Agus Sarwono: 0812 699 2667.

Hormat kami,
Transparency International Indonesia