Jakarta, 22 Oktober 2010

 

No          : 254/ILR-KPP/X/2010

Perihal  : Undangan Konferensi Pers

 

Kepada Yth

Rekan-Rekan Media

Di Tempat

DPR harus berhenti menganaktirikan Komisi Yudisial


Pada akhir bulan September 2010, Presiden telah menyerahkan 14 nama calon anggota Komisi Yudisial periode 2010-2015 kepada DPR. Berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004, selanjutnya DPR akan memilih dan menetapkan 7 orang anggota Komisi Yudisial yang diambil dari 14 calon yang diusulkan oleh Presiden tersebut.  Namun nyaris 1 bulan sejak penyerahan nama-nama calon tersebut, DPR terlihat belum mempunyai itikad apapun untuk menjalankan tugasnya. Padahal undang-undang hanya memberikan jangka waktu pemilihan 30 hari sejak diterimanya usulan dari Presiden.

 

Untuk itu beberapa organisasi yang tergabung dalam  Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) akan menyikapi sikap DPR yang terlihat menganaktirikan Komisi Yudisial dengan membiarkan berlarut-larutnya keadaan Komisi Yudisial seperti sekarang. KPP mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri Konferensi Pers yang akan diadakan pada:

Hari                        : Senin, 25 Oktober 2010

Waktu                   : 13.00-selesai

Tempat                 : Kantor Transparency International Indonesia (TII)

    Jl. Senayan Bawah No.17 Jakarta 12180 Indonesia


Dukungan dan perhatiannya kami sampaikan terima kasih.


 


Hormat Kami

Koalisi Pemantau Peradilan

Indonesia Corruption Watch (ICW), Indonesia Legal Roundtable (ILR), Konsorsium Reformasi Hukum Nasional (KRHN), Lembaga Kajian dan Advokasi untuk Independensi Peradilan (LeIP), Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH Jakarta), Masyarakat Pemantau Peradilan (MaPPI), Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI), Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Transparency International Indonesia (TII)